Catatan Sepanjang Poso

Icon

menjadi jurnalis | bekerja untuk orang banyak

Kapolda Sulteng: Tiga Belas Korban Tewas di Poso Langgar UU Terorisme

POSO – Dua hari pasca baku tembak Polisi dengan kelompok bersenjata, korban jiwa dan luka yang jatuh terus bertambah. Untuk korban pihak sipil, jumlah pastinya masih simpang siur. Versi masyarakat menyebutkan, korban tewas mencapai 20-an orang lebih. Versi polisi menyatakan Rabu (23/1), korban yang tewas di pihak sipil baru 13 orang. Demikian pula korban di pihak polisi, sampai dengan kemarin telah bertambah menjadi tujuh orang.

Ketujuh polisi yang menjadi korban baku tembak Senin (22/1), adalah Bripda Rony Iskandar (meninggal), Ipda Maslikan (luka tembak di paha kanan), Bripda I Wayan Pande (lika tembak di pantat), Bripda Abd. Wahid (memar di dada), Brigadir Cosmas (luka tembak pada tangan kanan), Aipda Arnol (patah tangan kiri), dan Bripda Dudung Hardi
(terkena serpihan bom).

Untuk mengetahui, siapa kelompok sipil yang telah tewas dalam kontak tembak Senin lalu itu, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) membeber sejumlah kasus yang membelit beberapa orang sipil (diantaranya DPO, red) yang menjadi korban dalam baku tembak Senin, 22/1, termasuk saat gelar operasi Kamis, 11/1 pekan lalu.

Kapolda Sulteng Brigjen Badrodin Haiti menyatakan semua korban tewas dalam dua kali operasi telah memiliki bukti-bukti kuat, bahwa mereka memang terlibat dalam kasus kriminal di wilayah Sulteng, terutama di Palu dan Poso.

Dalam operasi Senin (22/1), tercatat ada 13 korban meninggal dunia-versi polisi, dan 25 orang dibekuk hidup-hidup. Ke- 13 korban tewas itu rinci Kabid Humas Polda Sulteng adalah, Tengku firsan alias Icang (DPO/terlibat dalam kasus bom pasar sentral Poso 2005), Ridwan Sinman alias Duan (kasus Bom senter Kawua), Firman Kayamanya (kasus melakukan teror), Nurgam alias Om Gam (ahli pembuat bom), Idrus (suplai senpi dan bom), Totok, Yusuf, Muh. Syahrial alias Andrias, Afrianto alias Mumin, Hiban (intimidasi dan teror kepada masyarakat, sembunyikan DPO), Huma (perakit bom), Sudarsono (anggota kelompok perakit bom), dan, Ridwan Wahab alias Gunawan (kuasai bom).

Ke-13 orang yang tewas itu menurut Polisi secara yuridis melanggar UU No 15 Tahun Tahun 2003 tentang Terorisme dan UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak. Mereka pada saat kejadian tertangkap tangan menguasai dan menggunakan senpi dan bahan peledak di luar kewenangannya.

Selain adanya korban jiwa, Kata Badrodin. operasi Senin kemarin itu juga berhasil membekuk hidup-hidup 2 DPO, yaitu Wiwin Kalahe dan Tugiran. Dari penyidikan sementara terhadap dua DPO tersebut terungkap beberapa kasus kriminal yang melibatkan mereka. Diantaranya kasus penembakan terhadap Ivon dan Siti tahun 2005, penembakan Ny. Helmi Tombulung tahun 2005, dan penembakan seorang warga nasrani di kebun coklat Kelurahan Sayo tahun 2005.

Dari Wiwin diperoleh juga keterangan penembakan dosen Untad Ir Puji Sulaksono, pelakunya Umang dan Kana, penembakan Briptu Agus Sulaiman tahun 2005 oleh Enal Tao, dan penembakan Sugito oleh Enal Tao tahun 2005.***

Advertisements

Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Flickr Photos

Desktop!!!

DSC_0246

DSC_0244

DSC_0239

DSC_0082

DSC_0081

More Photos

RSS Catatan Poso

  • Polda Serius Ungkap Kasus Penyerangan Kantor Aji Palu
    PALU (31/12) - Kapolda Sulteng Kombes Pol Dewa Parsana, Kamis (30/12/2010) malam, pukul 20.00 Wita mendatangi Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu. Parsana didampingi oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Palu Ajun Komisaris Polisi Darno dan Direktur Reskrim Polda Sulteng serta sejumlah aparat Intelijen dan Keamanan Kepolisian Dae […]
  • Kapolres: Pelakunya Ditangkap Hari ini Juga!
    PALU (31/12) - Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Antikekerasan Palu Jumat (31/12) hari ini mendatangi Kantor Kepolisan Resor Palu dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Terkait penyerangan Kantor Aliansi Jurnalis Independen Palu Kamis (30/12) kemarin. Koalisi meminta Polisi segera menangkap pelaku penyerangan itu. Koordinator lapangan aksi, […]
  • Kantor AJI Palu Diserang
    PALU (30/12) -  Kantor AJI Palu dan juga Kantor Redaksi Media Online mililk AJI Palu diserang massa pemuda Kamis (30/12/2010) sekira pukul 10.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Mereka menamakan diri Front Pemuda Kaili (FPK). Sekitar 30-an pemuda berseragam bak paramiliter bertuliskan FPK sejak awal kedatangannya menyoal berita yang dilansir beritapalu.com ter […]
  • FPK Serang Graha KNPI Sulteng
    PALU (28/12) - Massa Front Pemuda Kaili (FPK) yang dimpin Erwin Lamporo,  menyerang Graha KNPI Sulteng. Akibatnya, kaca gedung berlantai dua itu hancur berantakan. Polisi yang berjaga-jaga di Graha KNPI Sulteng, tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menonton aksi anarkis yang pertontonkan massa FPK sambil mengamankan diri dengan menjadikan kursi sebag […]
  • Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi
    Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi Palu - Seorang warga di Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), ditangkap polisi karena mengaku sebagai Wakil Gubernur Sulteng dan menipu seorang kepala dinas dilingkungan Pemprov Sulteng jutaan rupiah. Kapolsek Palu Barat, AKP Darmiyanto mengatakan Irdan,27; yang sehari-harinya tercatat sebagai mahasiswa Universitas negeri […]
  • Tiga Sekolah Disegel Warga, Ratusan Murid Telantar
    Palu -Tiga sekolah yang terletak di Jalan Bulumasomba, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/5) disegel warga. Akibatnya proses belajar mengajar ratusan murid lumpuh. Ketiga sekolah yang disegel yakni Sekolah Dasar (SD) Inpres 1 dan SD Negeri 2 Lasoani, dan Taman Kanak-Kanak (TK) Mantikilore. Penyegelan ketiga sekolah […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Polda Sulteng Diminta Tarik Brimob dari Buol
    Palu - Yayasan Dopalak Indonesia (YDI) meminta Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen H Andi Hasanuddin menarik aparat Brimob dari Kabupaten Buol. "Kami meminta satu SSK (satuan setingkat kompi) Brimob yang ditempatkan di Buol dalam rangka pengamanan unjuk rasa ditarik. Kehadiran Brimob bukan solusi masalah di Buol," kata Direktur YDI Idham Dahlan di Palu […]
  • 213.328 Warga Kota Palu Pilih Wali Kota
    Palu -Sebanyak 213.328 warga Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah (Sulteng), diharapkan menggunakan hak politiknya dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) setempat yang dijadwalkan pada 4 Agustus 2010. Pjs Ketua KPU Kota Palu Mukhlis Hakim Lubis mengemukakan di Palu, Jumat (19/2), jumlah pemilih itu masih data sementara yang diterima dari Pemkot Palu dan […]

RSS Titik Embun

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: