Catatan Sepanjang Poso

Icon

menjadi jurnalis | bekerja untuk orang banyak

Baku Tembak di Poso, 10 Tewas dan Lima Luka-luka

Poso – Akibat aksi baku tembak kelompok DPO dan pendukungnya dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polda Sulteng, Senin (22/1) di Poso mengakibatkan 10 orang tewas, satu Polisi dan sembilan warga sipil. Warga sipil tewas diidentifikasi sebagai anggota jaringan Mujahiddin Kayamanya dan Tanah Runtuh.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Komisaris Besar Polisi I Nyoman Sindra membenarkan baku tembak yang terjadi antara kelompok DPO dan Polisi di Poso.

Sindra menyatakan bahwa Polisi sudah melakukan tindakan prosedural. Sebelumnya sudah diimbau agar mereka segera menyerahkan diri, namun tidak diindahkan. Karena upaya paksa kemudian dilakukan.

Dari sembilan kelompok Mujahiddin yang tewas, tiga orang di antaranya adalah Mahmud, Idrus dan Yakub. Sementara Polisi yang tewas adalah Brigadir Polisi Satu (Anumerta) Rony Iskandar sudah diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng. Anggota Brimob BKO dari Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat itu besok akan diberangkatkan ke Jakarta. Sementara Ipda Maskilan yang tertembak di paha kiri sementara ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng.

Dua warga sipil yang luka-luka antara lain adalah Kusno (35) seorang penjual bakso dan Paijo (40), seorang tukang ojek. Warga sipil yang ditembak ini merupakan korban salah sasaran. Keduanya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Poso. Polisi yang terluka sampai saat ini dilaporkan tiga orang.

Sementara itu, situasi Kota Poso saat ini tegang. Warga tidak berani keluar rumah. Polisi terlihat bersiaga di sejumlah titik-titik rawan.***

Advertisements

Filed under: Uncategorized

One Response

  1. arif says:

    Apa kabar kawan, semoga selalu sehat sejahtera.

    Saya sangat prihatin dengan jatuhnya korban dalam kekerasan di Poso ini.

    Sangat disayangkan operasi penegakan hukum yang dilakukan oleh POLRI justru memperluas kekerasan di Poso yang sebetulnya sudah mulai kondusif.

    Jika kehadiran aparat keamanan di Poso bertujuan menciptakan kedamaian dan keamanan sejati, lantas untuk apa dilangsungkan operasi yang justru menjauhkan Poso dari kedamaian dan keamanan yang sejati?

    Jika operasi pengejaran DPO ditujukan untuk penegakan hukum di Poso, lantas bagaimana dengan elit-elit yang selama ini disebut-sebut sebagai otak peristiwa tragis di tanah Poso? mengapa hingga saat ini belum ada satupun upaya untuk mengejar elit2 (sipil maupun militer) yang mestinya paling bertanggungjawab secara hukum di tanah Poso?

    Jika berbagai upaya pemerintah di Poso dilakukan untuk menciptakan keamanan dan kedamaian sejati, maka mestinya yang penting dilaksanakan adalah menyelenggarakan sejumlah program yang bisa memulihkan kondisi sosial-ekonomi dan psykkhologis masyarakat poso. Bukan operasi keamanan dengan kekerasan yang justru memperluas kekerasan di Poso.

    Saya juga setuju untuk menegakan hukum di Poso, tetapi semestinya dilaksanakan secara komprehensif dengan mengungkap semua kasus kekerasan, sehingga bisa mengungkap secara jernih skenario kerusuhan Poso dan siapa dibalik semua itu.

    Terhadap peristiwa kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya sejumlah masyarakat dan aparat keamanan di Poso, saya kira Kapolda Sulteng harus secara elegan mengundurkan diri, atau Kapolri harus secara tegas mencopot jabatan Badrodin Haiti. Kasus ini harus diungkap secara terbuka dan Badrodin harus dimintai pertanggung-jawabannya secara hukum. Dan yang penting saat ini, POLRI dalam hal ini Polda Sulteng segera menghentikan operasi yang meluaskan kekerasan, sehingga tidak ada lagi korban jiwa baik masyarakat maupun aparat keamanan jatuh di tanah Poso.

    Untuk itu Komnas HAM harus segera membentuk tim untuk mengusut kasus ini!.

    Trimakasih.
    Salam damai,

    Aristan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Flickr Photos

RSS Catatan Poso

  • Polda Serius Ungkap Kasus Penyerangan Kantor Aji Palu
    PALU (31/12) - Kapolda Sulteng Kombes Pol Dewa Parsana, Kamis (30/12/2010) malam, pukul 20.00 Wita mendatangi Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu. Parsana didampingi oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Palu Ajun Komisaris Polisi Darno dan Direktur Reskrim Polda Sulteng serta sejumlah aparat Intelijen dan Keamanan Kepolisian Dae […]
  • Kapolres: Pelakunya Ditangkap Hari ini Juga!
    PALU (31/12) - Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Antikekerasan Palu Jumat (31/12) hari ini mendatangi Kantor Kepolisan Resor Palu dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Terkait penyerangan Kantor Aliansi Jurnalis Independen Palu Kamis (30/12) kemarin. Koalisi meminta Polisi segera menangkap pelaku penyerangan itu. Koordinator lapangan aksi, […]
  • Kantor AJI Palu Diserang
    PALU (30/12) -  Kantor AJI Palu dan juga Kantor Redaksi Media Online mililk AJI Palu diserang massa pemuda Kamis (30/12/2010) sekira pukul 10.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Mereka menamakan diri Front Pemuda Kaili (FPK). Sekitar 30-an pemuda berseragam bak paramiliter bertuliskan FPK sejak awal kedatangannya menyoal berita yang dilansir beritapalu.com ter […]
  • FPK Serang Graha KNPI Sulteng
    PALU (28/12) - Massa Front Pemuda Kaili (FPK) yang dimpin Erwin Lamporo,  menyerang Graha KNPI Sulteng. Akibatnya, kaca gedung berlantai dua itu hancur berantakan. Polisi yang berjaga-jaga di Graha KNPI Sulteng, tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menonton aksi anarkis yang pertontonkan massa FPK sambil mengamankan diri dengan menjadikan kursi sebag […]
  • Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi
    Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi Palu - Seorang warga di Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), ditangkap polisi karena mengaku sebagai Wakil Gubernur Sulteng dan menipu seorang kepala dinas dilingkungan Pemprov Sulteng jutaan rupiah. Kapolsek Palu Barat, AKP Darmiyanto mengatakan Irdan,27; yang sehari-harinya tercatat sebagai mahasiswa Universitas negeri […]
  • Tiga Sekolah Disegel Warga, Ratusan Murid Telantar
    Palu -Tiga sekolah yang terletak di Jalan Bulumasomba, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/5) disegel warga. Akibatnya proses belajar mengajar ratusan murid lumpuh. Ketiga sekolah yang disegel yakni Sekolah Dasar (SD) Inpres 1 dan SD Negeri 2 Lasoani, dan Taman Kanak-Kanak (TK) Mantikilore. Penyegelan ketiga sekolah […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Polda Sulteng Diminta Tarik Brimob dari Buol
    Palu - Yayasan Dopalak Indonesia (YDI) meminta Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen H Andi Hasanuddin menarik aparat Brimob dari Kabupaten Buol. "Kami meminta satu SSK (satuan setingkat kompi) Brimob yang ditempatkan di Buol dalam rangka pengamanan unjuk rasa ditarik. Kehadiran Brimob bukan solusi masalah di Buol," kata Direktur YDI Idham Dahlan di Palu […]
  • 213.328 Warga Kota Palu Pilih Wali Kota
    Palu -Sebanyak 213.328 warga Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah (Sulteng), diharapkan menggunakan hak politiknya dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) setempat yang dijadwalkan pada 4 Agustus 2010. Pjs Ketua KPU Kota Palu Mukhlis Hakim Lubis mengemukakan di Palu, Jumat (19/2), jumlah pemilih itu masih data sementara yang diterima dari Pemkot Palu dan […]

RSS Titik Embun

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: