Catatan Sepanjang Poso

Icon

menjadi jurnalis | bekerja untuk orang banyak

Pendeta Penganjur Damai itu Sudah Tiada

[In Memoriam Pendeta Drs Irianto Kongkoli, M.Th]

Awan hitam menggayuti langit Sulawesi Tengah, seorang anak negeri meregang nyawa, setelah dua butir timah hitam menembus dari telinga kiri ke batok kepalanya. Seorang pendeta terbunuh, tak terhitung jumlahnya umat berduka.

Palu – Rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten Poso dan Kota Palu adalah upaya provokasi untuk membenturkan umat Islam dan umat Kristen. Penembakan terhadap Pendeta Irianto kongkoli adalah memprovokasi umat Kristen agar marah dan menghantam orang islam, dan pembunuhan dua warga Masamba adalah memprovokasi umat Islam agar marah dan menghantam orang Kristen.

Demikian dikatakan Ketua Forum Silaturahim Perjuangan Umat Islam Poso (FSPUI), Ustad Adnan Arsal.

“Saya yakin kedua pimpinan komunitas kedua umat beragama ini mampu meredam umatnya masing-masing. Hal ini dibuktikan beberapa kali peristiwa kekerasan dan ledakan bom, Poso sampai saat ini aman. Masyarakat Poso sekarang sudah sadar mereka hanya dijadikan alat. Makanya saya yakin mereka tidak akan terprovokasi,” ujarnya saat dihubungi Sinar Harapan.

Bekas Ketua Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Rinaldy Damanaik yang mengundurkan diri pasca eksekusi Tibo dan kawan-kawan mengatakan sangat kecewa atas penembakan ini. Ia mengatakan Penembakan ini merupakan ketigakalinya yang terjadi terhadap orang-orang GKST. Mereka adalah Tadjoja, bendahara umum GKST, Pendeta Susianti Tinulele dan Pendeta Irianto Kongkoli.

“Saya kecewa lantaran selama ini aparat tidak bisa memberikan perlindungan kepada warganya dengan menangkap pelakunya, saya sudah tidak tahu harus berkata apa lagi,” katanya gusar.

Sementara itu, sampai hari ini Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah belum berhasil mengidentifikasi pelaku penembakan, yang menewaskan Sekertaris Umum Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Pendeta Irianto Kongkoli, Senin kemarin. Terkait belum tertangkapnya pelaku, enam warga dimintai keterangan di Polda Sulteng sebagai saksi.

Kapolda mengatakan aksi-aksi kekerasan yang terjadi di kabupaten Poso dan Kota Palu terkait satu sama lain.

Selasa (17/10) jenazah Pendeta Irianto Kongkoli, masih di semayamkan di rumah duka di Jalan Manimbaya, Lorong Gereja. Rencananya, jenazah akan dikuburkan hari kamis pekan ini pukul 13.00 wita di tempat pemakaman umum Kristen Palu.

Pendeta Irianto Kongkoli dimata istrinya, Rita Kupah, adalah sosok suami sekaligus bapak yang bijaksana. Ia tidak menyangka peristiwa ini akan menimpa suaminya. Tapi ia hanya bisa berserah diri kepada Tuhan. Tidak banyak kata-kata yang terucap dari perempuan yang juga anggota Polri ini.

Saat beberapa anggota DPR Propinsi Sulteng dan Komandan Korem 132 Tadulako Kolonel Husain Malik datang melayat, ibu tiga anak ini, menangis sesegukan. “Terima kasih pak sudah datang melayat suami saya,” ujarnya sambil menyeka darah yang terus keluar dari mulut suaminya.

Pendeta Irianto Kongkoli menyelesaikan S2-nya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogyakarta. Ia meninggalkan Seorang istri, Rita Kupah dan tiga anak, masing-masing bernama Gemal Gita Faria (18), yang saat ini terdaftar sebagai mahasiswi Sekolah Tinggi Teologia Intim Makassar, Sulawesi Selatan, Geraldi Dwi Risandi (16) dan Galatea Folika Kristata (4).

Namanya mencuat setelah kerusuhan Poso tahun 2000. Semasa hidupnya ia terus mengampanyekan rekonsiliasi dan perdamaian Poso. Ia dekat dengan para penggiat Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Anshor, organisasi massa pemuda di bawah NU. Dalam sejumlah kegiatan-kegiatan yang mengampanyekan pluralisme, ia pun selalu terlibat.

Ia bahkan pernah mengajar sebagai dosen di Universitas Alkhaeraat Palu, salah satu lembaga pendidikan Islam di Sulawesi Tengah. Namun tidak lama, karena kemudian ia ditunjuk sebagai Sekertaris Umum Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah. Dan akhirnya setelah Pendeta Rinaldi Danamik mengundurkan diri, namanya disebut-sebut akan menggantikan Damanik sebagai Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah Periode 2007-2011.

Rupanya Tuhan berkehendak lain, manusia bisa merencanakan tapi Tuhanlah yang menentukan.***

Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Flickr Photos

Desktop!!!

DSC_0246

DSC_0244

DSC_0239

DSC_0082

DSC_0081

More Photos

RSS Catatan Poso

  • Polda Serius Ungkap Kasus Penyerangan Kantor Aji Palu
    PALU (31/12) - Kapolda Sulteng Kombes Pol Dewa Parsana, Kamis (30/12/2010) malam, pukul 20.00 Wita mendatangi Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu. Parsana didampingi oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Palu Ajun Komisaris Polisi Darno dan Direktur Reskrim Polda Sulteng serta sejumlah aparat Intelijen dan Keamanan Kepolisian Dae […]
  • Kapolres: Pelakunya Ditangkap Hari ini Juga!
    PALU (31/12) - Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Antikekerasan Palu Jumat (31/12) hari ini mendatangi Kantor Kepolisan Resor Palu dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Terkait penyerangan Kantor Aliansi Jurnalis Independen Palu Kamis (30/12) kemarin. Koalisi meminta Polisi segera menangkap pelaku penyerangan itu. Koordinator lapangan aksi, […]
  • Kantor AJI Palu Diserang
    PALU (30/12) -  Kantor AJI Palu dan juga Kantor Redaksi Media Online mililk AJI Palu diserang massa pemuda Kamis (30/12/2010) sekira pukul 10.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Mereka menamakan diri Front Pemuda Kaili (FPK). Sekitar 30-an pemuda berseragam bak paramiliter bertuliskan FPK sejak awal kedatangannya menyoal berita yang dilansir beritapalu.com ter […]
  • FPK Serang Graha KNPI Sulteng
    PALU (28/12) - Massa Front Pemuda Kaili (FPK) yang dimpin Erwin Lamporo,  menyerang Graha KNPI Sulteng. Akibatnya, kaca gedung berlantai dua itu hancur berantakan. Polisi yang berjaga-jaga di Graha KNPI Sulteng, tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menonton aksi anarkis yang pertontonkan massa FPK sambil mengamankan diri dengan menjadikan kursi sebag […]
  • Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi
    Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi Palu - Seorang warga di Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), ditangkap polisi karena mengaku sebagai Wakil Gubernur Sulteng dan menipu seorang kepala dinas dilingkungan Pemprov Sulteng jutaan rupiah. Kapolsek Palu Barat, AKP Darmiyanto mengatakan Irdan,27; yang sehari-harinya tercatat sebagai mahasiswa Universitas negeri […]
  • Tiga Sekolah Disegel Warga, Ratusan Murid Telantar
    Palu -Tiga sekolah yang terletak di Jalan Bulumasomba, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/5) disegel warga. Akibatnya proses belajar mengajar ratusan murid lumpuh. Ketiga sekolah yang disegel yakni Sekolah Dasar (SD) Inpres 1 dan SD Negeri 2 Lasoani, dan Taman Kanak-Kanak (TK) Mantikilore. Penyegelan ketiga sekolah […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Polda Sulteng Diminta Tarik Brimob dari Buol
    Palu - Yayasan Dopalak Indonesia (YDI) meminta Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen H Andi Hasanuddin menarik aparat Brimob dari Kabupaten Buol. "Kami meminta satu SSK (satuan setingkat kompi) Brimob yang ditempatkan di Buol dalam rangka pengamanan unjuk rasa ditarik. Kehadiran Brimob bukan solusi masalah di Buol," kata Direktur YDI Idham Dahlan di Palu […]
  • 213.328 Warga Kota Palu Pilih Wali Kota
    Palu -Sebanyak 213.328 warga Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah (Sulteng), diharapkan menggunakan hak politiknya dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) setempat yang dijadwalkan pada 4 Agustus 2010. Pjs Ketua KPU Kota Palu Mukhlis Hakim Lubis mengemukakan di Palu, Jumat (19/2), jumlah pemilih itu masih data sementara yang diterima dari Pemkot Palu dan […]

RSS Titik Embun

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: