Catatan Sepanjang Poso

Icon

menjadi jurnalis | bekerja untuk orang banyak

Menganyam, Mengisi Hari-hari Terakhir Menanti Eksekusi

Palu – Tiga terpidana mati kasus Poso, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu, kini tengah menanti detik-detik terakhir hidup mereka. Eksekusi mati atas ketiganya sudah di ambang mata. Namun, hal itu tak membuat mereka patah semangat dan putus asa. Mereka mengisi hari-harinya dengan beragama kegiatan mulai dari membuat kerajinan hingga beribadah.

Kamis (30/3) pagi hari Fabianus Tibo, lelaki yang akrab disapa Opa bersama Marinus di ruangan ketrampilan Lembaga Permasyarakatan KLAS 2 A Petobo, Palu, Sulawesi Tengah tengah asyik masyuk dengan belahan rotan yang siap dianyam menjadi keranjang tudung saji dan berbagai asesories lain.

Tangan tua Opa Tibo tampak trampil menganyam bilah-bilah rotan itu. Maklumlah, di Lapas ini dialah yang mengajar ketrampilan anyaman yang didapatnya di perantauan sejak meninggalkan kampung halamannya Flores di Nusa Tenggara Timur. Dalam sehari Tibo bisa menyelesaikan satu buah keranjang namun bisa lebih bila bahan rotannya tersedia.

”Saya suka menganyam, ini melatih kesabaran. Lagi pula saya sudah tua, ini pekerjaan yang ringan tapi bermanfaat. Bisa juga mendatangkan uang. Makanya saya senang mengajarkan anyam-menganyam ini pada semua anak-anak muda di Lapas ini,” aku Opa Tibo.

Di sudut yang lain dalam ruangan yang sama, Marinus juga tampak ceria dengan anyamannya. Meski tak sepandai Opa Tibo, Marinus pun trampil menganyam. Ia mengaku Opa Tibolah yang mengajarnya menganyam.

”Saya dulu tidak tahu kerja begini. Nanti Opa Tibo yang ajarkan saya. Saya juga jadi suka menganyam. Soalnya bisa tambah-tambah uang rokok,” kata Marinus, sambil tertawa.

Selepas dari ruangan ketrampilan, Opa Tibo dan Marinus segera beranjak ke gereja di halaman tengah Lapas. Bersama narapidana lain, mereka berdua khusyuk beribadah.

Berbeda dengan Opa tibo dan Marinus, Dominggus, terpidana mati termuda dari ketiganya tampak lebih emosional dan tertutup. Apalagi kepada wartawan. Itulah yang tampak ketika para wartawan berusaha menemuinya saat tengah bersama sejumlah biarawati dan penasehat hukumnya.

”Saya tidak suka sama pengacara, cuma janji-janji saja kami bisa bebas, tapi tidak ada buktinya. Begitu juga wartawan,” tandasnya.

Hingga kini, di saat-saat kehidupan mereka mendekati batas akhir ketiganya tetap yakin tak bersalah atas meninggalnya sekitar 200 orang dan lima ribuan lebih rumah yang terbakar dalam Kerusuhan Poso tahun 2000 silam. Menurut mereka, ada orang-orang yang harus bertanggungjawab atas kerusuhan Poso dan itu bukan mereka.***

Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Flickr Photos

Desktop!!!

DSC_0246

DSC_0244

DSC_0239

DSC_0082

DSC_0081

More Photos

RSS Catatan Poso

  • Polda Serius Ungkap Kasus Penyerangan Kantor Aji Palu
    PALU (31/12) - Kapolda Sulteng Kombes Pol Dewa Parsana, Kamis (30/12/2010) malam, pukul 20.00 Wita mendatangi Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu. Parsana didampingi oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Palu Ajun Komisaris Polisi Darno dan Direktur Reskrim Polda Sulteng serta sejumlah aparat Intelijen dan Keamanan Kepolisian Dae […]
  • Kapolres: Pelakunya Ditangkap Hari ini Juga!
    PALU (31/12) - Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Antikekerasan Palu Jumat (31/12) hari ini mendatangi Kantor Kepolisan Resor Palu dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Terkait penyerangan Kantor Aliansi Jurnalis Independen Palu Kamis (30/12) kemarin. Koalisi meminta Polisi segera menangkap pelaku penyerangan itu. Koordinator lapangan aksi, […]
  • Kantor AJI Palu Diserang
    PALU (30/12) -  Kantor AJI Palu dan juga Kantor Redaksi Media Online mililk AJI Palu diserang massa pemuda Kamis (30/12/2010) sekira pukul 10.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Mereka menamakan diri Front Pemuda Kaili (FPK). Sekitar 30-an pemuda berseragam bak paramiliter bertuliskan FPK sejak awal kedatangannya menyoal berita yang dilansir beritapalu.com ter […]
  • FPK Serang Graha KNPI Sulteng
    PALU (28/12) - Massa Front Pemuda Kaili (FPK) yang dimpin Erwin Lamporo,  menyerang Graha KNPI Sulteng. Akibatnya, kaca gedung berlantai dua itu hancur berantakan. Polisi yang berjaga-jaga di Graha KNPI Sulteng, tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menonton aksi anarkis yang pertontonkan massa FPK sambil mengamankan diri dengan menjadikan kursi sebag […]
  • Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi
    Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi Palu - Seorang warga di Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), ditangkap polisi karena mengaku sebagai Wakil Gubernur Sulteng dan menipu seorang kepala dinas dilingkungan Pemprov Sulteng jutaan rupiah. Kapolsek Palu Barat, AKP Darmiyanto mengatakan Irdan,27; yang sehari-harinya tercatat sebagai mahasiswa Universitas negeri […]
  • Tiga Sekolah Disegel Warga, Ratusan Murid Telantar
    Palu -Tiga sekolah yang terletak di Jalan Bulumasomba, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/5) disegel warga. Akibatnya proses belajar mengajar ratusan murid lumpuh. Ketiga sekolah yang disegel yakni Sekolah Dasar (SD) Inpres 1 dan SD Negeri 2 Lasoani, dan Taman Kanak-Kanak (TK) Mantikilore. Penyegelan ketiga sekolah […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Polda Sulteng Diminta Tarik Brimob dari Buol
    Palu - Yayasan Dopalak Indonesia (YDI) meminta Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen H Andi Hasanuddin menarik aparat Brimob dari Kabupaten Buol. "Kami meminta satu SSK (satuan setingkat kompi) Brimob yang ditempatkan di Buol dalam rangka pengamanan unjuk rasa ditarik. Kehadiran Brimob bukan solusi masalah di Buol," kata Direktur YDI Idham Dahlan di Palu […]
  • 213.328 Warga Kota Palu Pilih Wali Kota
    Palu -Sebanyak 213.328 warga Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah (Sulteng), diharapkan menggunakan hak politiknya dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) setempat yang dijadwalkan pada 4 Agustus 2010. Pjs Ketua KPU Kota Palu Mukhlis Hakim Lubis mengemukakan di Palu, Jumat (19/2), jumlah pemilih itu masih data sementara yang diterima dari Pemkot Palu dan […]

RSS Titik Embun

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: