Catatan Sepanjang Poso

Icon

menjadi jurnalis | bekerja untuk orang banyak

Dana Pengungsi Jadi Petaka

[Bagian ketiga dari empat tulisan]

Palu – Selain aksi kekerasan yang tak juga berhenti, Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) juga dipusingkan pengusutan berbagai kasus korupsi. Salah satunya soal penyelewengan dana bantuan pengungsi.

Sejauh ini, baru satu pejabat eksekutif di tingkat daerah yang ditahan polisi berkaitan kasus itu. Dia adalah mantan kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Poso, Anwar M. Ali.

Lelaki ini diduga telah menggelapkan dana bantuan pengungsi lebih dari Rp 1 miliar. Statusnya kini sebagai tersangka penggelapan dana miliaran rupiah itu. Sebelumnya sejumlah anggota anggota DPRD Poso dan pejabat di kecamatan diperiksa Polisi.

Menurut Kombes M. Arif Rahim dari Direktorat Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, dua orang lainnya juga ditahan bersama Anwar. Mereka adalah Elfies Lembah, juru bayar di Dinas Sosial Poso dan Jacobus Lumansik, Lurah Sayo, Poso Kota.

“Mereka ditahan sejak akhir November lalu di Polda Sulteng. Sebelumnya dua orang yang ikut ditahan bersama Anwar sudah diperiksa dan ditahan Kejaksaan. Tapi entah bagaimana kemudian dibebaskan. Saat ini kita terus melakukan pengembangan penyelidikan lagi,” kata Arif.

Polisi saat ini mendalami pemeriksaan dana yang didistribusi sekitar Agustus lalu. Untuk Agustus dari catatan yang ada, mestinya dana yang disalurkan mencapai Rp 2,1 miliar. Namun kenyataannya, nilai yang sampai ke pengungsi hanya sekitar Rp 500 ribu. “Kemana uang sisanya,” tukas Arif.

Pekan kedua November lalu, Polisi juga sudah menahan Ahmad Laparigi dan Andi Makassau. Keduanya juga diduga terkait penyalahgunaan dana pengungsi. Selama ini, mereka menjadi relawan Dinas Sosial Poso untuk membagi-bagikan dana bantuan kemanusiaan itu kepada Polisi.

Arief juga mengatakan dalam waktu dekat pihaknya merampungkan pemeriksaan 13 kepala desa dan lurah di Kabupaten Poso. Mereka diduga kuat terkait dalam kasus korupsi dana bantuan untuk pengungsi Poso. Saat ini, 8 dari 13 kades dan lurah itu telah diperiksa.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Poso Amirulah Sia meminta agar Polisi mengusut kasus ini sampai tuntas. Menurut Amirullah, sejumlah kepala desa di wilayah Poso mesti periksa.

Sedangkan Direktur LPS-HAM Syamsu Alam Agus mengungkapkan, sampai kini tercatat ada 4.700 kepala keluarga belum menerima bantuan yang besarnya Rp 2,5 juta per kepala keluarga itu. “Itu belum keseluruhan, bisa jadi angkanya lebih besar. Kami hanya bisa mendata daerah-daerah yang menjadi dampingan kami,” kata Alam.

Dari data yang ada di sejumlah lembaga kemanusiaan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Desember 2003 tercatat jumlah total pengungsi Poso mencapai 31.326 Kepala Keluarga atau sekitar 143.354 jiwa. Lalu 5.536 masih hidup tidak layak di barak-barak pengungsi atau di rumah tinggal sementara yang mereka bangun di daerah pengungsian.

Yang menarik dalam pemeriksaan polisi, Kepala Desa Sayo Jacobus mengatakan bahwa warga di kelurahannya membutuhkan Rp 800 juta. Tapi oleh juru bayar Dinas Sosial hanya diberikan Rp 100 juta, sisanya yang Rp 700 juta kembali dibawa oleh juru bayar yang kini juga ditahan.

Masalah teranyar soal dana pengungsi itu adalah kasus terbunuhnya Kepala Desa Pinedapa, Poso Pesisir Carminalis Ndele. Ia dibunuh oleh mereka yang terlibat penyelewengan dana pengungsi.

Sumber detikcom di Polres Poso mengatakan, ada yang memaksa Carminalis untuk menaikan jumlah kepala keluarga (KK) dari 17 KK menjadi 40 KK. Hal itu ditolak mentah-mentah oleh Carminalis. Ironisnya, keputusan itu justru menyebabkan hidup Carminalis berakhir tragis.

Pada 26 Desember 2002, Kepala Desa Tokorondo, Poso Pesisir, M Jabir (52), juga ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Jl. Trans Sulawesi. Diduga kuat, dia ditembak warganya sendiri karena karena urusan dana bantuan pengungsi itu.

Sumber yang sama menambahkan, ada komplotan di Poso yang memeras para kepala desa hingga Rp 50 juta. Kedua orang yang kini sudah ditahan di Polda Sulteng diduga terlibat dalam pemerasan-pemerasan itu.

Nah, pada pekan ini, tersiar kabar Penjabat Bupati Poso Andi Azikin Suyuti akan diperiksa menjadi saksi terkait kasus yang melibatkan bawahannya. Azikin adalah juga Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Sulteng.

George Junus Aditjondro, peneliti sosiologi korupsi menyebutkan, bahwa korupsi dana bantuan pengungsi dilakukan secara struktural. Ia menemukan laporan di Napu, uang lauk pauk yang mestinya diberikan 4 kali hanya diberikan 1 kali. Uang lauk ini besarnya Rp 30 ribu per jiwa.

George juga mencatat bahwa uang yang diduga dana bantuan pengungsi dipakai untuk keperluan lain yang tidak terkait. Itu semisal mentraktir pejabat atau membayar hotel untuk pejabat-pejabat tertentu bila ke Jakarta.

“Salah satu cara jitu agar itu tidak diketahui publik, pejabat-pejabat terkait di Dinas Kesejahteraan Sosial ‘memelihara’ sejumlah wartawan lokal dan koresponden,” ujarnya.

Sumber detikcom lainnya di kepolisian mengatakan, juga didapat laporan ada sejumlah aparat keamanan yang terlibat dalam penyelewengan dana bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Poso. Konon keterlibatan aparat ini mulai tercium dalam kasus pembunuhan Carminalis.

Bukan tidak mungkin, sejumlah kekerasan yang terjadi di Palu dan Poso belakangan ini juga bersumber dari persoalan ini. Kekerasan yang terakhir terjadi di Gereja Immanuel, Palu Selatan, misalnya, diduga para pelaku sekedar ingin menyampaikan pesan.

“Kalau mereka berniat membunuh mereka bisa melakukan. Satpam itu ditembak hanya dalam jarak 5 meter. Bom yang dilempar juga tidak sungguh-sungguh diarahkan. Mereka ingin menyampaikan pesan agar jangan macam-macam dengan kelompok mereka,” ujar Ketua Kaukus Daerah Konflik dan Daerah Bekas Konflik, Ichsan Loulembah.***

Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Flickr Photos

Desktop!!!

DSC_0246

DSC_0244

DSC_0239

DSC_0082

DSC_0081

More Photos

RSS Catatan Poso

  • Polda Serius Ungkap Kasus Penyerangan Kantor Aji Palu
    PALU (31/12) - Kapolda Sulteng Kombes Pol Dewa Parsana, Kamis (30/12/2010) malam, pukul 20.00 Wita mendatangi Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu. Parsana didampingi oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Palu Ajun Komisaris Polisi Darno dan Direktur Reskrim Polda Sulteng serta sejumlah aparat Intelijen dan Keamanan Kepolisian Dae […]
  • Kapolres: Pelakunya Ditangkap Hari ini Juga!
    PALU (31/12) - Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Antikekerasan Palu Jumat (31/12) hari ini mendatangi Kantor Kepolisan Resor Palu dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Terkait penyerangan Kantor Aliansi Jurnalis Independen Palu Kamis (30/12) kemarin. Koalisi meminta Polisi segera menangkap pelaku penyerangan itu. Koordinator lapangan aksi, […]
  • Kantor AJI Palu Diserang
    PALU (30/12) -  Kantor AJI Palu dan juga Kantor Redaksi Media Online mililk AJI Palu diserang massa pemuda Kamis (30/12/2010) sekira pukul 10.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Mereka menamakan diri Front Pemuda Kaili (FPK). Sekitar 30-an pemuda berseragam bak paramiliter bertuliskan FPK sejak awal kedatangannya menyoal berita yang dilansir beritapalu.com ter […]
  • FPK Serang Graha KNPI Sulteng
    PALU (28/12) - Massa Front Pemuda Kaili (FPK) yang dimpin Erwin Lamporo,  menyerang Graha KNPI Sulteng. Akibatnya, kaca gedung berlantai dua itu hancur berantakan. Polisi yang berjaga-jaga di Graha KNPI Sulteng, tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menonton aksi anarkis yang pertontonkan massa FPK sambil mengamankan diri dengan menjadikan kursi sebag […]
  • Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi
    Wagub Sulteng Palsu Ditangkap Polisi Palu - Seorang warga di Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), ditangkap polisi karena mengaku sebagai Wakil Gubernur Sulteng dan menipu seorang kepala dinas dilingkungan Pemprov Sulteng jutaan rupiah. Kapolsek Palu Barat, AKP Darmiyanto mengatakan Irdan,27; yang sehari-harinya tercatat sebagai mahasiswa Universitas negeri […]
  • Tiga Sekolah Disegel Warga, Ratusan Murid Telantar
    Palu -Tiga sekolah yang terletak di Jalan Bulumasomba, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/5) disegel warga. Akibatnya proses belajar mengajar ratusan murid lumpuh. Ketiga sekolah yang disegel yakni Sekolah Dasar (SD) Inpres 1 dan SD Negeri 2 Lasoani, dan Taman Kanak-Kanak (TK) Mantikilore. Penyegelan ketiga sekolah […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Unjuk Rasa Tuntut Bupati Buol Mundur Berakhir Bentrok
    Palu - Unjuk rasa lebih dari 1.000 orang yang menuntut Bupati Buol Amram Batalipu mundur dari jabatannya berakhir bentrok, Senin (10/5). Empat pengunjuk rasa ditangkap polisi, sejumlah warga dan petugas luka terkena lemparan batu. Unjuk rasa gabungan warga, mahasiswa, dan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Buol Bersatu itu berla […]
  • Polda Sulteng Diminta Tarik Brimob dari Buol
    Palu - Yayasan Dopalak Indonesia (YDI) meminta Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen H Andi Hasanuddin menarik aparat Brimob dari Kabupaten Buol. "Kami meminta satu SSK (satuan setingkat kompi) Brimob yang ditempatkan di Buol dalam rangka pengamanan unjuk rasa ditarik. Kehadiran Brimob bukan solusi masalah di Buol," kata Direktur YDI Idham Dahlan di Palu […]
  • 213.328 Warga Kota Palu Pilih Wali Kota
    Palu -Sebanyak 213.328 warga Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah (Sulteng), diharapkan menggunakan hak politiknya dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) setempat yang dijadwalkan pada 4 Agustus 2010. Pjs Ketua KPU Kota Palu Mukhlis Hakim Lubis mengemukakan di Palu, Jumat (19/2), jumlah pemilih itu masih data sementara yang diterima dari Pemkot Palu dan […]

RSS Titik Embun

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: